perjalanan membutuhkan pemberhentian, sekedar untuk mengumpulkan kembali tenaga, memompa semangat, dan menilik jalan yang sudah terlewati dan mengamati jalan yang akan kita tapaki
Jumat, 06 Maret 2009
Terlalu banyak yang menjadi beban orang lain
Terkadang kita tidak menyadari atas dasar kontribusi apa kita bisa hidup dan makan. Apakah yang kita makan sudah seimbang dengan kontribusi terbaik yang kita sumbangkan. Apabila tidak jangan-jangan judul di atas terjadi dalam diri kita. Mudah-mudahan tidak sama sekali. ya..sesekali memang kita perlu merenung. Cukup layakah apa yang kita nikmati saat ini dengan usaha dan kerja keras yang kita perjuangkan. Seperti kata "bang Dedi Mizwar" dalam sebuah iklan dalam rangka 100 tahun Kebangkitan Nasional...."bangkit adalah malu, malu karena terus menerus menjadi benalu" atas keringat orang lain...hi..ngeri juga. Mudah-mudahan sekali lagi tidak, tidak, dan tidak terjadi atas diri kita. Kenapa? ya..karena hidup adalah untuk memberikan manfaat dan kontribusi pada kemaslahatan bersama. Untuk bisa maju semua harus memberikan kontribusi terbaik. Dari mana orang bisa hidup kalo kerjaannya hanya nongkrong dan hura-hura. Bagaimana orang tetap bisa hidup sementara dia terus-menerus mengeluh dan bermalas-malasan. Jawabanya sederhana ....Dia hidup atas keringat orang lain! Mungkin orang tuangya, saudara, teman, atau bahkan mungkin para tukang yang bekerja keras membangting tulang.
Minggu, 15 Februari 2009
Dari Kiri-Kanan Deret Depan: Direktur Jendral Cipta Karya Budi Yuwono, Sekretaris Jendral Departemen Pekerjaan Umum Agus Widjanarko, Mantan Ketua TTN Dr. Soetatwo Hadiwigeno, Menteri Pekerjaan Umum Joko Kirmanto, Mantan Anggota TTN Budi Atmadi, Mantan Sekretaris TTN Danang Parikesit, Deret Belakang: Mantan Kepala Kantor TTN Hermawan Ardiyanto, Sekretaris Ditjen Cipta Karya Antonius BudionoBerpose sejenak dalam kesempatan melaporkan tugas-tugas rehabilitasi dan rekonstruksi DIY-Jateng yang telah selesai dengan baik.
Rabu, 11 Februari 2009
APA YANG KITA CARI?
BUAT APA?
Rata-rata para eksekutif muda memberikan waktunya mungkin lebih dari 50% untuk bekerja keras. Memang kunci dari kesuksesan adalah kerja keras tanpa kenal lelah dan putus asa. Bahkan terkadang kerja keras saja tidak cukup untuk menggapai impian dunia yang demikian tinggi, sebagian orang (mungkin sebagaian besar) bahkan sampai menempuh jalan apa saja ya "apa saja" yang memang harus diambil untuk demi menggapai cita-cita yang sudah tertancap kuat didalam jiwa. Ya ..usia muda memang sangat menarik dan penuh dengan energi untuk berpetualang dalam. Setelah semua yang kita korbankan memang kesuksesan dapat kita raih, harta yang melimpah atau status sosial yang terpandang atau jabatan setinggi langit bahkan sampai orang disekitar kita tidak mampu lagi mendongakan kepala untuk melihat posisi kita saat ini. Kehormatan yang sedemikian tinggi, semua orang salut dan berdecak kagum dengan apa yang telah kita dapatkan. Namun banyak yang melupakan kalo sejatinya dalam diri kita ada 2 hal yang mestinya mendapatkan perhatian seimbang. Jiwa kita yang perlu terus disirami dengan nilai-nilai ilahiah agar tidak menjadi kering dan badan kita yang membutuhkan istirahat dan perawatan yang cukup.
Sehingga menjadi terhenyak ketika seorang teman baik mengatakan: "Buat apa hidup kalo hanya untuk mencari harta dengan mengabaikan keadilan atas badan dan fisik kita dan kesehatan ...kalo pada saat tua nanti uang tersebut kita belanjakan hanya untuk membelinya kembali"
.
Rata-rata para eksekutif muda memberikan waktunya mungkin lebih dari 50% untuk bekerja keras. Memang kunci dari kesuksesan adalah kerja keras tanpa kenal lelah dan putus asa. Bahkan terkadang kerja keras saja tidak cukup untuk menggapai impian dunia yang demikian tinggi, sebagian orang (mungkin sebagaian besar) bahkan sampai menempuh jalan apa saja ya "apa saja" yang memang harus diambil untuk demi menggapai cita-cita yang sudah tertancap kuat didalam jiwa. Ya ..usia muda memang sangat menarik dan penuh dengan energi untuk berpetualang dalam. Setelah semua yang kita korbankan memang kesuksesan dapat kita raih, harta yang melimpah atau status sosial yang terpandang atau jabatan setinggi langit bahkan sampai orang disekitar kita tidak mampu lagi mendongakan kepala untuk melihat posisi kita saat ini. Kehormatan yang sedemikian tinggi, semua orang salut dan berdecak kagum dengan apa yang telah kita dapatkan. Namun banyak yang melupakan kalo sejatinya dalam diri kita ada 2 hal yang mestinya mendapatkan perhatian seimbang. Jiwa kita yang perlu terus disirami dengan nilai-nilai ilahiah agar tidak menjadi kering dan badan kita yang membutuhkan istirahat dan perawatan yang cukup.
Sehingga menjadi terhenyak ketika seorang teman baik mengatakan: "Buat apa hidup kalo hanya untuk mencari harta dengan mengabaikan keadilan atas badan dan fisik kita dan kesehatan ...kalo pada saat tua nanti uang tersebut kita belanjakan hanya untuk membelinya kembali"
.
Selasa, 06 Januari 2009
Imajinasi
IMAJINASI
Mungkin tidak pernah kita perhatikan dalam kehidupan kita. Bagi orang-orang tertentu imajinasi merupakan makhluk yang dapat bergerak liar tanpa batas dan sungguh sering diluar banyangan manusia normal. Namun sungguh terasa kering bagi kita kebanyakan yang hidup seolah-olah normal-normal saja sesuai dengan apa adanya norma-norma kehidupan. Atau sebagian besar dari kita tidak merasa perlu atau bahkan menganggapnya penting untuk hadir dalam hidup manusia. Atau mungkin juga kita merasa sudah terlalu tua untuk sekedar ber-imajinasi.
Imanjinasi bebas tanpa batas, membuat hidup menjadi lebih berwarna. Berbeda dengan apa yang kita pikirkan, imajinasi mengalir begitu saja dan terkadang memang tidak perlu untuk dikendalikan. Karena imajinasi akan mempengaruhi alam bawah sadar dan dapat membentuk pola pikir dan perilaku, maka imajinasi haruslah yang positif dan membangun. Diskripsi kehidupan dan kesuksesan yang perlu kita gambarkan melalui imajinasi. Dan selajutnya akan menuntun langkah-langkah kaki untuk benar-benar mencapainya.
Mungkin tidak pernah kita perhatikan dalam kehidupan kita. Bagi orang-orang tertentu imajinasi merupakan makhluk yang dapat bergerak liar tanpa batas dan sungguh sering diluar banyangan manusia normal. Namun sungguh terasa kering bagi kita kebanyakan yang hidup seolah-olah normal-normal saja sesuai dengan apa adanya norma-norma kehidupan. Atau sebagian besar dari kita tidak merasa perlu atau bahkan menganggapnya penting untuk hadir dalam hidup manusia. Atau mungkin juga kita merasa sudah terlalu tua untuk sekedar ber-imajinasi.
Imanjinasi bebas tanpa batas, membuat hidup menjadi lebih berwarna. Berbeda dengan apa yang kita pikirkan, imajinasi mengalir begitu saja dan terkadang memang tidak perlu untuk dikendalikan. Karena imajinasi akan mempengaruhi alam bawah sadar dan dapat membentuk pola pikir dan perilaku, maka imajinasi haruslah yang positif dan membangun. Diskripsi kehidupan dan kesuksesan yang perlu kita gambarkan melalui imajinasi. Dan selajutnya akan menuntun langkah-langkah kaki untuk benar-benar mencapainya.
Jumat, 14 November 2008
Berbagi
Jangan Masukan Dunia ke Dalam Hati
Niscaya kita tidak akan pernah merasakan kehilangan apabila apa yang kita miliki hilang. Dan kita tidak akan pernah merasakan berat hati apabila ingin memberi karena memang kita tidak pernah memasukannya dalam hati. Cukuplah dunia sampai pada genggaman tangan kita. Sekuat apapun tangan kita menggemgam pastilah tidak akan bisa selamanya mampu dan dengan mudah kita akan melepaskannya. Bolehlah kita sedikit mengecap apa yang ada dalam genggaman kita, namun rasanya tidak bijak kalau kita telan tanpa tersisa.
Senin, 27 Oktober 2008
Tugas berat mengelola lumpur
Para ahli berpendapat semburan lumpur Sidoarjo baru akan berhenti dalam 30 tahun yang kan datang atau kurang lebih akan berhenti pada tahun 2036. Entah apa yang akan terjadi pada kurun waktu sampai 30 tahun yang akan datang. Namun demikian tidak membuat surut dan patah semangat bagi pak Adi Sarwoko untuk terus mengabdi dan mendarmabaktikan hidupnya dalam mengelola dampak dan aliran lumpur.Seni mengalahkan diri sendiri
Menikmati pagi hari di kaki Gunung Merapi menghirup udara sejuk menghilangkan kepenatan kerja. Bersama Pak Bambang Tri yang telah memperkenalkan golf sebagai "art of sport". Kemampuan mengendalikan emosi dan nafsu untuk memukul sejauh mungkin merupakan kunci dari olah raga ini. Tidak perlu ekstra power untuk menghasilkan pukulan yang jauh, yang paling penting adalah tepat dan akurat.
Langganan:
Postingan (Atom)